Beranda » Tanda dan Penyebab Emotional Eating

Tanda dan Penyebab Emotional Eating

Emotional Eating seringkali dilakukan oleh orang disaat mereka merasa sedang sedih, kesepian, atau stress. Emotional Eating atau makan emosional ini sejatinya merupakan mekanisme koping dimana sangat normal untuk menanggapi perasaan yang kuat.

Psikolog bernama Susal Albers berkata jika Emotional Eating merupakan makan yang tujuannya adalah untuk mengalihkan stress.

Disaat stress, tubuh akan mulai memproduksi hormone kortisol yang akan membuat kita merasa cemas atau khawatir.

“Kortisol ini bisa membuat kita mau makan makanan yang berlemak, asin, ataupun manis.” Ucap Dr. Albers.

Emotional Eating sendiri bisa memicu bertambahnya berat badan yang bisa membuat kita gampang terkena penyakit kronis. Ada beberapa penyebab Emotional Eating yaitu:

  • Kecemasan: kecemasan merupakan pemicu yang paling signifikan untuk Emotional Eating. Saat sedang cemas, biasanya orang akan merasakan emosi yang sangat hebat dan sangat kuat jadi tubuh akan merasa stress dan memicu keinginan untuk makan.
  • Tekanan Situasional: Emotional Eating juga dapat muncul dari adanya tekanan situasional. Contohnya seperti di saat pandemic Covid – 19 mengganggu rutinitas serta membuat banyak dari kita tak bisa pergi sehingga rentan merasa bosan. Rasa bosan itu akhirnya di alihkan dengan cara makan.
  • Diet Ketat: diet ketat juga seringkali menjadi penyebab dari Emotional Eating karena seringkali mencoba untuk mengurangi makan hal – hal yang tak sehat bisa membuat kita membatasi porsi makan. Pembatasan makan sendiri merupakan salah satu pemicu paling besar dari Emotional Eating.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang sedang mengalami Emotional Eating, yaitu:

  • Keinginan yang tiba tiba dan mendesak. Emotional Eating sering kali muncul secara tiba – tiba serta membuat kalian mau makanan tertentu secara tiba – tiba.
  • Makan berlebihan. Makan secara berlebihan juga adalah ciri lainnya dari Emotional Eating. Tak peduli berapapun banyaknya yang sudah kita makan, kita akan tetap merasa lapar dan akan terus makan.
  • Malu atau bersalah. Merasakan tekanan emosional seperti rasa bersalah serta rasa malu dari kebiasaan makan kita merupakan salah satu tanda Emotional Eating.