Beranda » Rambut Rontok Selama Kehamilan? Iniloh Penyebabnya!

Rambut Rontok Selama Kehamilan? Iniloh Penyebabnya!

Kalian mungkin pernah mendengar bahwa rambut menjadi tebal dan berkilau selama kehamilan. Kondisi ini mungkin dialami oleh beberapa Wanita karena kadar hormone estrgen yang tinggi, yang memperlambat kerontokan rambut.

Namun, calon ibu lainnya mengalami penipisan rambut atau kerontokan rambut baik selama kehamilan atau di bulan – bulan setelah kelahiran.

Sementara itu, kerontokan rambut sebenarnya merupakan hal yang normal dan bisa disebabkan oleh hal – ahl seperti hormone, stress pada tubuh, atau kondisi medis yang menyertai kehamilan.

Baik pria maupun Wanita rata – rata kehilanga sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Selama kehamilan, peningkatan kadar estrigen memperlambat siklus alamai kerontokan folikel rambut.

Akibatnya, beberapa Wanita mungkin mengalami kerontokan yang lebih sedikit. Namun, hal ini tidak dialami oleh semua Wanita. Ada beberapa sebab yang mendasarinya. Apa saja penyebab rambut rontok selama masa kehamilan itu? Yuk simak di bawah.

1.Perubahan Hormon atau Masalah Kesehatan

Perubahan Hormon atau Masalah Kesehatan

Beberapa Wanita mungkin mengalami penipisan dan kerontokan rambut karena stress atau syok. Kondisi ini disebut dengan telogen effluvium dan mempengaruhi sejumlah kecil Wanita selama kehamilan.

Trimester pertama mungkin membuat tubuh stress karena keseimbangan hormone berubah secara drastic untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Stress bisa menempatkan lebih banyak rambut di kepala kalian, 30 persen atau lebih, ke dalam fase telogen atau istirahat dari siklus hidup rambut.

Jadi, alih – alih kehilangan rata – rata 100 helai rambut sehari, kalian mungkin kehilangan 300 helai rambut sehari.

Kerontokan rambut karena perubahan hormonal mungkin tidak langsung terjadi. Sebaliknya, mungkin perlu dua hingga 4 bulan untuk mengalami penipisan.

Kondisi ini umumnya tidak berlangsung lebih dari 6 bulan dan tidak mengakibatkan kerontokan rambut secara permanen.

Demikian juga, masalah Kesehatan mungkin timbul selama kehamilan yang menyebabkan telogen effluvium.

Kondisi ini bisa terjadi jika terkait dengan ketidakseimbangan hormone atau vitamin esensial yang berkelanjutan.

Gangguan tiroid, seperti hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) atau hipotiroidisme (terlalu sedikit hormon tiroid) mungkin sulit dikenali selama kehamilan.

Dari dua kondisi tersebut, hipertiroidisme lebih sering terjadi dan mempengaruhi sekitar 2 atau 3 dari 100 wanta hamil. Beberapa pemain slot online pernah mengalami kejadian ini ketika mereka stress bermain di situs judi slot palsu yang tidak memiliki lisensi resmi.

Rambut rontok adalah salah satu gejalanya, Bersama dengan kram otot, sembelit, dan kelelahan. Sekitar 1 dari 20 wanita mungkin juga mengalami masalah tiroid atau tiroiditis pascapersalinan setelah bayi lahir. Dalam semua kasus, masalah tiroid biasanya didiagnosis dengan tes darah.

Atau, kekurangan zat besi juga bisa terjadi Ketika kalian tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mendapatkan oksigen ke berbagai jaringan di dalam tubuh.

Kondisi ini bisa menyebabkan penipisan rambut Bersama dengan gejala lain seperti kelelahan, detak jantung tidak teratur, sesak napas saat beraktivitas, dan sakit kepala.

Walaupun kerontokan rambut dengan kondisi ini tidak permanen, namun rambut kalian mungkin tidak Kembali ke ketebalan normal sampai kadar hormone atau vitamin Kembali ke kisaran normal.

2.Trauma atau Penyebab Lainnya

Trauma atau Penyebab Lainnya

Kerontokan rambut kalian mungkin taka da hubungannya sama sekali dengan kehamilan atau kondisi genetic.

Jika kalian baru – baru ini menata rambut kalian dengan gaya ketat, menjalani perawatan kecantikan tertentu, atau memperlakukan rambut kalian dengan kasar, kalian mungkin mengalami apa yang disebut traction alopecia.

Peradangan pada folikel rambut bisa menyebabkan kerontokan rambut. Dalam beberapa kasus, folikel kalian mungkin mengalami bekas luka yang menyebabkan kerontokan rambut permanen.

Penting dicatat bahwa kerontokan rambut dengan telogen effluvium biasanya merupakan penipisan yang seragam.

Jika kalian melihat bercak atau kebotakan yang lebih dramatis, mungkin ada masalah lain yang berperan. Ada juga kondisi genetic dan autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut, baik kalian sedang hamil atau tidak.

Alopecia androgenik (pola kebotakan wanita) disebabkan oleh fase pertumbuhan folikel rambut yang lebih pendek dan waktu yang diperpanjang antara kerontokan rambut dan pertumbuhan baru.

Alopecia areata menyebabkan kerontokan rambut pada kulit kepala dan bagian tubuh lainnya. Kalian mungkin mengalami kerontokan dan pertumbuhan kembali rambut yang tidak dapat diprediksi atau bersifat siklus.

Tidak ada obat untuk jenis kerontokan rambut ini, tetapi perawatan tertentu dapat membantu menghentikan kerontokan dan menumbuhkan kembali rambut.

Nah, itulah beberapa hal yang mungkin membuat rambut kalian rontok. Semoga bermanfaat.