Beranda » Wamenkeu Beri Sinyal Anggaran Kesehatan, Berapa?

Wamenkeu Beri Sinyal Anggaran Kesehatan, Berapa?

Wakil dari Menteri Keuangan atau Wamenkeu bernama Suanhasil Nezara baru saja memberi sinyal mengenai anggaran kesehatan di dalam program pemulihan ekonomi nasional atau PEN yang kabarnya akan naik.

Sekarang ini, pemerintah sudah memberikan dana alokasi sebanyak Rp 214,96 triliun yang diberikan kepada klaster kesehatan di dalam PEN 2021.

“Untuk kesehatan sebesar Rp 214,96 triliun yang mungkin ada pergerakan dikarenakan untuk biaya pasien nanti.” Sebut Suahasil pada Konferensi Pers Mengenai Evaluasi Program PC – PEN serta Optimalisasi Anggaran Program PEN 2021 di haru Selasa 26 Oktober.

Ia berkata bahwa bergesernya anggaran untuk klaster kesehatan ini dibutuhkan dikarenakan pemerintah wajib membayar banyak pasien yang terpapar covid – 19 dikarenakan varian delta.

“Ini akan dilakukan finalisasi serta dimasukkan ke dalam PEN yang tentu memiliki berbagai pergeseran.” Ungkap Suahasil.

Walau begitu, namu Suahasil masih belum menjelaskan lebih lanjut tentang berapa potensi dana yang akan ditambahkan bagi klaster kesehatan.

Namun yang pasti adalah nantinya pemerintah akan berpikir keras untuk menggeserkan dana PEN pada beberapa klaster ini untuk investasi di situs judi slot online. “Jika ada klaster yang bisa di definisikan untuk kesehatan, jika ada berbagai pergeseran.” Ucap Suahasil.

Disamping itu, Suahasil memberikan penjelasan tentang realisasi klaster kesehatan sebesar Rp 116,82 triliun per 22 Oktober 2021. Jumlah tersebut sama dengan Rp 433,92 triliun, penyerapannya setara dengan 58,3% dari pagu Rp 214,96 triliun.

Jika ditotalkan, maka pemerintah saat ini baru memakai dana PEN dengan total Rp 433,92 triliun dengan penyerapan kurang lebih 58,3% dari pagi Rp 744 triliun.

Pemerintah juga memberikan alokasi dana PEN untuk 5 klaster. Rinciannya adalah kesehatan Rp 214,96 triliun, perlindungan sosial Rp 186,64 triliun, dukungan untuk UMKM dan koperasi Rp 162,4 triliun, program prioritas Rp 117,94 triliun, serta intensif untuk usaha Rp 62,83 triliun.

Suharsil juga menjelaskan ada 4 belanja prioritas pada bidang kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam kondisi pandemic Covid – 19, yaitu infrastruktur, tenaga kesehatan, dukungan kesehatan, dan vaksin.

Untuk menopang keempat belanja itu, perlu sinergi yang kuat di antara pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah.